Review Smartphone: Sony Xperia Z5 Au (Second) Sehabis Satu Bulan Pemakaian

Advertisement

Iklan 970x90px

Review Smartphone: Sony Xperia Z5 Au (Second) Sehabis Satu Bulan Pemakaian

Senin, 22 April 2019

Saya sudah menggunakan smartphone Sony Xperia Z5 Au selama satu bulan. Saya membelinya secara online via Bukalapak. Smartphone ini merupakan smartphone second dari Jepang. Sama menyerupai smartphone yang berlabel Docomo maupun Softbank.

Pada waktu itu, sebelum membeli smartphone ini saya terlebih dahulu mencari info dari banyak sekali sumber wacana smartphone second dari Jepang. Mulai dari info mengenai harga, kondisi smartphone, dan tentunya hal-hal yang perlu dilakukan ketika saya mendapatkan unit smartphone-nya. Semua itu telah saya tuangkan pada goresan pena saya yang lain. Bisa dibaca di tautan berikut ini.

Baca: Cara Mengecek Keaslian Smartphone dan Mengecek Kondisinya 

Pada kesempatan ini saya akan menuliskan review singkat Sony Xperia Z5 Au sesudah pemakaian selama kurang lebih satu bulan. Review singkat ini akan membahas beberapa komponen smartphone yang paling intens digunakan. Yaitu layar, baterai, finger print, dan kamera. Selain ketiga komponen tersebut, saya juga akan membahas wacana kekuatan sinyal dan suhu body dari smartphone ini.

 Saya sudah menggunakan smartphone Sony Xperia Z Review Smartphone: Sony Xperia Z5 Au (Second) Setelah Satu Bulan Pemakaian


Spesifikasi Singkat Sony Xperia Z5 Au


Sebelum membahas semua itu lebih jauh, berikut saya sajikan sepsifikasi singkat Sony Xperia Z5 Au yang akan saya review. 

Nama : Soni Xperia Z5 (AU) 
SIM card size : Nano Sim (single SIM -- yang rilis di Indonesia Dual SIM
Jaringan : support 4G 
Layar : 5,2 inch LCD IPS Color (16M) 1080x1920 px 424ppi 
Chipset : Qualcomm Snapdragon 810 MSM8994 
GPU : Qualcomm Adreno 430 (600.0 MHz) 
RAM : 3 GB 
Internal Memory : 32 GB 
Slot Micro SD : micro SD kapasitas maksimal 128 GB 
OS : Lollipop (telah diupgrade ke Nougat) – ROM bawaan provider Au Japan 
Kapasitas Baterai : 2.900 mAh (Li-Po) non-removable 
Finger Print Sensor : Ya (menyatu dengan tombol Power) 
Kamera : Belakang 23 MP (+led flash), Depan 5 MP 
Port audio 3,5 mm : Ya 
Port USB : Micro USB 

Layar Sony Xperia Z5 Au 

 Saya sudah menggunakan smartphone Sony Xperia Z Review Smartphone: Sony Xperia Z5 Au (Second) Setelah Satu Bulan Pemakaian
Image Enhancement Sony Xperia Z5


Sony Xperia Z5 ini mempunyai layar sebesar 5,2 inch yang sudah full HD. Ditambah dengan fitur Adaptive Brightness yang berfungsi dengan baik. Alhasil, tampilan layar smartphone ini adem di mata. 

Layar yaitu komponen dari smartphone yang terus menerus digunakan selain baterai. Namun, walaupun smartphone ini kondisinya second, saya tidak menemukan keluhan selama pemakaian sebulan ini. Semua bejalan normal dan memuaskan. 

Selain fitur Adaptive Brightness, smartphone ini mempunyai beberapa fitur unggulan lain pada sector layar, yaitu: Image Enhancement, Smart Backlight Control, Tap to wake up, dan Glove Mode.

Image Enhancement 

Smartphone ini mempunyai fitur image enhancement yang memperlihatkan opsi bagi pengguna ketika menikmati gambar dan video. Ada 2 opsi ketika fitur ini aktif, yaitu X-Reality for mobile dan Super-vivid mode. X-Reality for mobile meningkatkan tampilan foto dan video menjadi lebih jelas, tajam dan natural. Super-vivid mode menciptakan tampilan foto dan video lebih maksimal warnanya sehingga menjadi lebih nyata, hidup, dan super terang. Fitur ini akan sangat memanjakan bagi pengguna smartphone yang sering melihat foto dan menonton video via smartphone.

Smart Backlight Control 

Fitur ini menciptakan smartphone bisa mendeteksi bila kita sedang menggenggamnya. Layar smartphone akan tetap menyala ketika digenggaman tangan tanpa aktifitas. Kaprikornus ketika kita sedang melihat foto atau membaca goresan pena dalam waktu usang tanpa menyentuh layar, layar akan tetap menyala. Sedangkan ketika smartphone tidak kita pegang, fitur auto sleep akan berfungsi sesuai pengaturan.

Tap to wake up 

Fitur Tap to wake up yaitu fitur yang telah disematkan ke banyak smartphone. Dengan mengetuk layar dua kali, maka layar akan menyala meski masih dalam keadaan terkunci. Untuk smartphone yang mempunyai sensor finger print, fitur ini tak begitu penting. Tapi, bagi smartphone ini, Tap to wake up akan sangat membantu. Saat smartphone tergeletak dimeja, dan kita ingin unlock tanpa perlu menekan tombol power kita bisa menggunakan Tap to wake up kemudian menyentuh sensor finger print untuk unlock layar.

Glove Mode 

Fitur yang menarik perhatian saya pada layar Smartphone Sony Xperia Z5 ini yaitu fitur Glove Mode. Dengan mengaktifkan fitur ini, kita bisa tetap menggunakan smartphone tanpa perlu melepas kaos tangan. Meski kini telah banyak dijual kaos tangan khusus yang bisa tetap digunakan tanpa perlu melepaskannya, tetap saja Glove Mode merupakan keunggulan tersendiri. 

Sony Xperia Z5 Au Second, Baterai Masih Bagus Tapi Jangan Sampai Over Charge. BAHAYA. 


Baterai yaitu komponen penting yang harus dipertimbangkan ketika membeli smartphone second. Baterai smartphone akan aus sesudah mencapai siklus pengisian-pemakaian tertentu. Tentunya semua smartphone second, apalagi bekas smartphone semacam Au, Docomo, dan Softbank, kondisi baterai sudah menurun.

 Saya sudah menggunakan smartphone Sony Xperia Z Review Smartphone: Sony Xperia Z5 Au (Second) Setelah Satu Bulan Pemakaian
Baterai Sony Xperia Z5


Nah, untuk smartphone yang bundling dengan provider Au Jepang masa kontraknya yaitu 2 tahun. Pastinya kondisi baterai telah menurun sesudah 2 tahun pemakaian. Smartphone Sony Xperia Z5 Au yang saya pakai ini pun telah mengalami penurunan kondisi. Dan kebetulan pada smartphone keluaran Sony ada fitur untuk mengecek kondisi baterai yang teraktual. Yaitu dengan masuk ke sajian Service *#*#7378423#*#* / Service Test / Battery Health Test. 

Pada ketika saya mendapatkan unit smartphone ini, saya segera melaksanakan beberapa langkah pengecekan sebagaimana saya ungkapkan pada pembukaan goresan pena ini. Salah satu unsur pengecekan tersebut yaitu mengecek kesehatan baterai smartphone. Pada waktu itu hasil pengecekan memperlihatkan hasil yang bagi saya cukup memuaskan. Sisa kapasitas baterai masih pada kisaran 2.700 –an mAh. Kapasitas baterai pada ketika smartphone ini gres yaitu 2.900 mAh. Kaprikornus unit yang saya peroleh masih mempunyai baterai yang bagus. 

Namun, alasannya yaitu keteledoran saya, dua kali men-charge smartphone tidak lekas saya cabut sesudah penuh (over charge), baterai smartphone mengalami penyusutan kapasitas. Kejadian pertama, dari malam hingga pagi smartphone ter-charge. Akibatnya kapasitas baterai turun ke angka 2.670-an mAh. Kejadian kedua gres beberapa hari yang lalu. Yang kedua ini hanya sekitar 2 jam kurang lebih. Kapasitas baterai turun ke angka 2630 mAh.
Jadi, hindari men-charge smartphone semalam suntuk. Over charge akan pribadi mengurangi kapasitas baterai smartphone ini.

Sedangkan untuk performanya, baterai smartphone ini masih bagus. Untuk penggunaan normal contohnya chat, browsing, ngintip flash sale, ambil foto, sesekali streaming, dsb. saya bisa memakainya dari pagi hingga sore. Sekitar 7 – 10 jam gres saya charge lagi. Namun, bila digunakan untuk aktivitas merekam video ataupun edit video ringan, akan terasa sekali baterai cepat berkurang. Begitu juga ketika bermain game. 

Smartphone ini telah mempunyai teknologi fast charge. Saya mengeceknya dengan men-charge smartphone ini dengan power bank ACMIC C10PRO. Dan led indicator warna hijau menyala. Itu tandanya fitur quick charge pada power bank ACMIC C10PRO aktif. Lalu saya coba mengisi daya menggunakan charger milik Moto G5s Plus yang support fast charge Turbo Power. Waktu yang diharapkan untuk men-charge dari 14% - 100% diharapkan waktu kurang lebih 1 jam 46 menit.

Baca juga: Review Power Bank "Fast Charging" ACMIC C10PRO 10.000 mAh

Finger Print Sensornya Unik


 Saya sudah menggunakan smartphone Sony Xperia Z Review Smartphone: Sony Xperia Z5 Au (Second) Setelah Satu Bulan Pemakaian
Finger Print Sensor Sony Xperia Z5


Sony Xperia Z5 yaitu smartphone seri Z pertama keluaran Sony yang mempunyai finger print sensor. Di tahun 2015, finger print sensor yaitu fitur mewah. Hanya smartphone unggulan saja yang ditanami fitur ini. Umumnya, finger print sensor ditanamkan di sisi bawah layar atau di punggung smartphone. Namun, smartphone ini tampil berbeda dari smartphone brand lain.

Finger print sensornya unik, diletakkan di samping kanan body smartphone, menyatu dengan tombol power. 

Bagi saya, finger print milik smartphone ini secara desain bagus. Lain dari kebanyakan smartphone, bahkan hingga tahun 2018 ini. Meski, smartphone terbarunya Sony, seri XZ3, tak lagi menggunakan desain khas ini. 

Secara fungsi pun bagi saya praktis, ketika smartphone kita pegang maupun diletakkan. Akan tetapi, untuk mengfungsikan sensor finger print pada smartphone ini, layar harus dalam keadaan menyala. Jadi, ketika layar padam, tombol power harus ditekan untuk menyalakannya. Oke-oke saja ketika smartphone digenggam. Namun, ketika smartphone diletakkan, saya agak kesulitan. Untung saja, layar smartphone ini mempunyai fitur Tap to wake up sebagai solusi. 

Kamera Sony Xperia Z5 Au: Bagus Buat Foto-foto dan Stabil Buat Rekam Video 

 Saya sudah menggunakan smartphone Sony Xperia Z Review Smartphone: Sony Xperia Z5 Au (Second) Setelah Satu Bulan Pemakaian
Pemilihan Scene Otomatis Kamera Sony Xperia Z5


Salah satu yang menciptakan saya tertarik membeli Sony Xperia Z5 Au, meski barang second, yaitu alasannya yaitu kameranya. 
  • Sony Xperia Z5 mempunyai kamera belakang 23 MP dan kamera depan 5 MP. Kebetulan saya teramat jarang menggunakan kamera depan. Jadi, 5 MP tak masalah. 
  • Perlu diketahui, kamera pada smartphone ini telah mempunyai teknologi yang di tahun 2018 ini digunakan untuk branding smartphone baru. Yaitu teknologi Artificial Intellegent atau AI. Sebuah teknologi kamera yang bisa menganalisis objek kemudian menyesuaikan Scene yang sesuai dengan objek yang akan ditangkap oleh kamera. 
  • Selain AI, kamera pada Sony Xperia Z5 ini pun mempunyai opsi auto yang dinamai Super Auto dan opsi manual. Pada settingan manual, kita bisa menentukan scene yang kita kehendaki (pada mode Super Auto scene selection akan berfungsi secara otomatis). Namun, untuk opsi pengaturan manual lainnya masih minim.
Saat saya perlihatkan hasil videonya, beberapa mitra menyangka pengambilan video dibantu gimbal. Padahal tidak.
  • Kamera smartphone ini akibatnya stabil, menyerupai pakai gimbal. Saya beberapa kali merekam video dengan kamera smartphone ini. Saat saya perlihatkan hasil videonya, beberapa mitra menyangka pengambilan video dibantu gimbal. Padahal tidak. Bisa disimpulkan ya. Hasilnya bagus. 


Baca juga: X-Cam Sight 2, Gimbal untuk Smartphone yang Terjangkau 

Sinyal Sony Xperia Z5 Au 



Meski smartphone ini yaitu Sony Xperia Z5 Au, yang dulunya digunakan di Jepang, pada ketika dijual second di Indonesia sinyalnya telah di-unlock sehingga bisa mengakses jaringan internet 4G di Indonesia. Saya sudah mencoba menggunakan XL dan Indosat. 4G bisa jalan.

Sinyalnya telah di-unlock sehingga bisa mengakses jaringan internet di Indonesia.

Akan tetapi, unit yang saya pakai ini seringkali kesulitan terkoneksi ke jaringan kembali sesudah sebelumnya terkoneksi ke jaringan wifi. Saya harus merestart smartphone ini dulu gres sinyal koneksi internet muncul kembali. 

Suhu Body Sony Xperia Z5 Au 


Aspek ini merupakan kekurangan dari smartphone ini. Suhu body smartphone gampang naik. Ini bukan hanya problem bagi smartphone second, bahkan yang gres pun sama. Processor yang disematkan pada smartphone ini, Snapdragon 810, memang populer dengan panasnya. Jadi, bagi saya, ini yaitu kekurangan yang telah saya antisipasi. Tidak menciptakan saya mengeluh, alasannya yaitu problem ini telah menjadi pertimbangan ketika saya hendak membeli Sony Xperia Z5 Au ini. 

Suhu akan naik drastis ketika smartphone ini digunakan untuk merekam video dalam waktu lama. Dan juga pada ketika digunakan untuk bermain game, 10 menitan suhunya akan melonjak. 

Namun, untuk pemakaian normal, bagi saya suhu smartphone ini masih baik-baik saja. Paling hanya menghangat. Tidak hingga mendidih. 

Kesimpulan 


Secara keseluruhan saya puas dengan pembelian Sony Xperia Z5 Au ini. Untuk menjadi smartphone yang digunakan sehari-hari bagi saya sudah cukup. Sehari-hari penggunaan smartphone ini yaitu untuk social media, mantau flash sale 😁, ambil foto, kadang rekam video, sesekali streaming Youtube. Ram 3 GB sudah cukup untuk multi tasking. Internal storage juga memadai, alasannya yaitu saya tidak menggunakannya untuk bermain game. jadi, smartphone semacam ini masih OKE untuk pengguna yang menginginkan kelancaran multitasking, social media, dan penggunaan kameranya. 

Saya juga telah mencoba menggeber penggunaan smartphone ini hingga maksimal. Misalnya bermain game, merekam dengan resolusi maksimal atau juga durasi panjang. Hasilnya suhu smartphone melonjak. Baterai cepat sekali berkurangnya. Jadi, bila tujuannya gaming, lebih baik cari smarphone lain yang ramah suhu. 

Saya rasa cukup sekian saja review Sony Xperia Z5 Au sesudah pemakaian sebulan. Semoga bermanfaat. Jika ada jawaban atau pertanyaan silahkan tuliskan di kolom komentar. Terima kasih telah berkunjung.